Tuesday, February 9, 2016

Prasetyo Peuru HP. Diary 2, 9 February 2016

Hari ini terbangun jam 7. Pekerjaanku lagi senggang. Aku butuh sesuatu yang memberikan semangat kehidupan, bukan sekedar meminta bersabar karena aku masih dalam proses penyembuhan maupun pemulihan.
Sayang Laptopku juga bermasalah dan ini hanya menulis via smartphone. Ingin digaransikan tapi belum bisa.
Jujur aku orang yang tak suka bergantung pada orang lain, aku lebih suka hidup mandiri. Hanya karena penyakitku saja yang menghambat segalanya. Hufft... saat ini aku sedang menulis sambil tiduran menggunakan selimut. Nyamannya, tak lupa berdoa untuk fakir miskin, orang terlantar dan yang membutuhkan. Aku harus bersyukur karena hidupku masih jauh lebih baik dari yang lainnya.
Terima kasih Tuhan.

Sekarang jam 09.23 AM dan aku baru selesai membantu pekerjaan di rumah, cuci piring setelah itu masak Mie campur telur untuk break yang kedua kali. Juga bantu mengangkat alat pel ke lantai 2, dan Mama beres-beres di sana. Aku sendiri ingin membantu Mama agar Mama tak kecapean karena kebanyakan kerja lalu mengeluh sakit. Namun kata Mama kalau aku yang kerja sama saja bohong karena tidak bersih benar. Jadi ya sudah, aku melanjutkan tulisan diary ku di tanggal 9 February ini saja. Hufft....

Tadi temen lama pas SMP bernama Lisu S. ngechat buat minta angpao. Jiah saya kan bukan china, saya asli pribumi suku Mori dari Papa, suku di Sulawesi Tengah dan Minahasa suku dari Mama di Sulawesi Utara.
Dan kita pun yakni saya dan Lisu pun asik berbincang basa-basi, lucunya kita sama-sama single dan terjadilah dia curhat dan saya juga balik mencurhat tentang kesinglean kita wkwkwk.

Kemudian di facebook ketemu grup KnB yang mengadakan event, grup yang lama ku masuki dulu dan entah kenapa pas liat kok saya sudah keluar, padahal sebelumnya seingat saya, saya tidak keluar dari grup tersebut. Akhirnya aku pun di Approve oleh teman wanitaku admin grup KnB yang aku rasa paling dekat, yakni Pinky Kawaii CL.
Eventnya sendiri tentang buat Fanfic KnB dan desain Poster KnB. Coba laptopku tidak rusak, pasti bisa ikutan sekalian ama desain Poster KnB. Tapi tak apalah. Nice day.

Buka facebook lagi ketemu beberapa teman lama, trus pas mau chat sama teman wanita yang di Kalimantan yang biasa ku panggil oneechan, malah kiriman chattingnya malah masuk ke temen yang lain. Pas ngecek history chat ama temen lain yang cowok itu, temen SMK saya. Di history chat tersebut dia berkata, "masih nulis yok?" Ku jawab "masih". Dan dia pun menyarankan untuk menulis pengalamanku saat loncat dari lantai 3 sekolah. Wah memorable yang tak menyenangkan namun lucu juga. Untung ada pasir kalau gimana? Saat melakukan hal tersebut pikiranku seakan ngeblank atau kosong namun seakan antara sadar dan tidak. Hmm....

Oh iya tadi pun saya asik berbincang dengan teman wanita ku yang ada di Kalimantan yang sudah ku sebutkan tadi. Dia pun mensupportku untuk membuat tulisanku menjadi novel. Terima kasih Rhe Nha Chan, oneechanku X)

Seharian bareng Mama di rumah. Adik Moris keluar main basket dan main ke rumah teman buat dapat angpao, bercanda. Pas pulang malam tadi dia pun meminta persetujuan keluarga aku dan Mama untuk tidur di rumah temannya Charles.
Seperginya dia, aku pun liat facebook dan membalas chat oneechan Rhe Nha senpai XD. Bentar lagi dan saatnya tidur. Selamat malam semuanya :)

Monday, February 8, 2016

Prasetyo Peuru HP. Diary 1, 8 February 2016

Hari ini hujan. Sedang aku Tyo, sibuk memikirkan ide-ide baru dan membuat tulisan ini. Seorang pemikir sepertiku yang memiliki kualitas tinggi dalam bekerja mesti menghadapi kenyataan kalau aku harus istirahat dulu dan jangan terlalu banyak bekerja.
Oleh karena itu daripada bekerja berat, lebih baik ku menulis lagi seperti dulu. Tadinya rencana mau melanjutkan Novelku yang ke stuck tak diteruskan. Tapi ternyata aku juga masih belum dapat ide bagus untuk melanjutkan. Jadi ya ini, aku menulis baru saja dulu. Hidup ini benar-benar memerlukan kesabaran, untung orang yang menginginkan kecepatan dalam bekerja dan menikmati hasil.
Sebentar melepas tulisan untuk dipost biar ke save, adikku minta diambilin keripik pisang yang biasa suka kami beli dari pasar. Dan sedikit menjahili atau lebih tepatnya memanja-manjain, aku minta di sun di pipi dulu baru aku ambilin. Hahaha.... Bagiku memupuk rasa saling sayang antar keluarga sangat diperlukan agar kita biasa dan tak merasa asing. Walau adikku suka risih, tapi masa bodoh. Yang penting rasa sayang kita lakukan dengan cara positif, pelukan ataupun sun pipi kiri pipi kanan. :-)
Hujan hari ini terasa hangat dengan rasa cinta kasih bersama keluarga.
Jujur saja, saya diantara rindu kangen sama Papaku yang seharusnya sudah keluar dari Penjara. Karena kalau ada Papa, semua pekerjaan pasti lebih mudah beres. Aku bisa menimbah ilmu dari Papa bagaimana jadi Wartawan profesional dan cara menginvestigasi fakta kebenaran.
Dulu sebelum Papa pertama kali masuk penjara. Aku Tyo sudah feeling (Telepathy)bahwa Papa akan kena masalah kalau melanjutkan perjalanan dari Ujung Pandang ke Manado. Dan benar karena jiwa idealismenya untuk mengungkap fakta kali ini tentang kasus utamanya Dr. Ir. Oddie Manus M.Sc yang diculik dan dibunuh oleh entah siapa dalangnya dan malah Gubernur Sulut kala itu Sinyo Hary Sarundajang yang gerah karena pencaritahuan kasus tersebut. Akhirnya selama Tujuh tahun kurang lebih ini Papaku keluar masuk Penjara dengan sangkaan tidak benar sampai lebih dari 10 kasus lebih. Papaku memang hebat. Aku tak peduli meski hidup kami jadi lebih sulit karena Mama juga tidak bekerja hanya Ibu Rumah Tangga biasa, tapi kami sampai saat ini tetap dipelihara Tuhan. Burung di udara Tuhan pelihara, bunga-bunga Tuhan dandani, terlebih kita umat manusia yang dia ciptakan seturut dan segambar dengan rupa-Nya.
Hidup ini sungguh unik ya, by the way menulis itu enak ya?!. Mulai dari hari ini Diary Of Tyo Peuru akan ku buat sampai jadi buku. Amin.
Makasih sudah membaca Tulisan Diary ku di Senin, 8 February 2016 ini.

Melanjutkan karena masih jam 6 petang, hmm... melihat-lihat social media, lama-lama bosan juga. Seandainya kemaren gak distop, pasti satu buku perdana udah jadi. Tapi gak apa-apalah. Udah jadi, mau gimana lagi.
Oh iya, sayakan minum obat untuk penyakit saya 3x sehari. Pagi dan siang 2 macam obat Risperidone dan THP, sorenya jam 5, minum 4 macam obat yang 2 tadi tambah Depakote dan Clozapine. Oh iya saya penderita penyakit Paranoid Schizophrenia. Meski begitu aku yakin aku akan sukses di dalam Tuhan. Terima kasih.

Thursday, January 28, 2016

PRASETYO PEURU HENRY PUTRA Bab 1

PRASETYO PEURU HENRY PUTRA

Bab 1

Aku, saya, diri ini, tentang daku pada yang lain. Setelah terkena penyakit yang ku yakini kutukan dari TUHAN, karena perbuatanku yang lalai, lari dari kenyataan yang menyakitkan. Namun bagaimanapun itu sudah menjadi bagian hidupku. Nama penyakitku sendiri adalah Paranoid Schizophrenia, sesuai vonis dokter.
"Hari ini, aku di rumah lagi. Padahal aku ingin segera bekerja." Keluh Tyo. "Seandainya aku tak sakit begini, dan seandainya Papa mendengar perkataan tak melanjutkan perjalanan dari Ujung Pandang sampai ke Manado. Pasti kesulitan keluarga kami takkan membuatku sampai sakit jiwa dan mental seperti ini."
"Namun biarlah, kalau Tuhan sudah izinkan semua ini terjadi, pasti ada maksud Tuhan yang terbaik dan Indah pada waktunya."
Tyo sementara harus menerima kenyataan untuk tidak bekerja dulu dan mesti lebih banyak istirahat. Akan tetapi perasaannya untuk hanya tinggal beristirahat di rumah, hanya malah membuat jenuh. Papa Tyo sendiri kini mendekam di dalam buih penjara, atas kesalahan yang tak pernah dibuatnya. Itu semua karena ketika Papa Tyo di Manado, Papa Tyo yang bernama Henry, panjangnya Ir. Henry John Ch. Peuru, membentuk tim TPF Bulikt's (Tim Pencari Fakta Bunuh Culik Kekerasan dan Teror.
Tyo bahkan sempat menyaksikan ketika Papa Henrynya, ditangkap secara tak semena-mena. Diringkus dengan banyak aparat Kepolisian, padahal kasusnya sepeleh, hanya tentang masalah helm motor sewaktu raziah. Masakan seorang bertitle Insinyur melakukan pemukulan sehingga itu menjadi alasan mereka mengirimkan buser.
Bahkan Pak Henry sempat dituduh Teroris yang notabene Papanya Tyo adalah Kristen sejak lahir. Lebih dari 10 kasus yang dikenakan terhadap pak Henry.
Kemudian yang terakhir dalam perpisahan Tyo dan Papanya tercinta, Rumah Prasetyo Peuru digedor-gedor, karena rencana penangkapan mereka tidak benar yang mengatasnamakan kasus yang sudah dimenangkan di Jakarta Timur bahwa Ir. Henry John. Ch. Peuru tidak bersalah. Lantas bagaimana dengan pendobrakan mengobrak-abrik rumah kami yang hanyalah tempat kontrakan di Pamulang, Tangerang. Alasannya adalah dengan kasus yang sama. Hukum di Indonesia sudah kacau balau, bahkan aparat pemerintah bekerja sama dengan para preman, untuk melumpuhkan satu orang yang tak bersalah. Dan menyebarkan rumor bahwa Papa Tyo adalah teroris. Setelah mereka pergi, Mama Tyo pun menjelaskan isi surat penangkapannya yang juga tidak jelas, namun tidak ada ungkapan tentang terorisme.
Itulah yang membuatku benci pada Negara Indonesia. Benci tapi sayang.

Tuesday, January 26, 2016

Masa Polos

Merindukan masa-masa polos dulu, sewaktu kecil yang indah nan ceriah
Tentram dan damai dalam hati yang masih murni
Kehangatan Kasih kedua orangtuaku
Papa dan Mama, aku sayang kalian
  Kembali ke masa kini,
  Hidup muda dewasa ini aku merindukan masa-masa polos dulu
  Masa-masa kini bagi orang dewasa penuh dengan topeng dan lain sebagainya
Masa polos bagiku adalah dimana kita tidak takut apapun, menjalankan kehidupan dengan sangat bahagia

KuasaMu

Dalamnya tak terselami
Luasnya tak terukur
Betapa ajaib dan herannya
Kasih dan kemuliaanMu
Merasakan kemegahanMu
Merenungkan FirmanMu
JanjiMu nyata dihidupku
PengorbananMu termulia
  Tak tertandingi kuasaMu
  Kau yang mengatur segalanya
  Kau mengasihi kami umatMu
  Jadilah kehendakMu atas kami

Segala TentangMu

Dari mula Kau ada pencipta segalanya
Kau buatku Kau rancang hidupku
Dengan sedemikian rupa kau tuntun hidupku
Ku pegang janjiMu yang termegah
  Kau nyata di dalam hidupku
  Segala tentangMu
  Ku bersyukur selalu
  Tuhan Allah Bapa Sahabatku yang terbaik
  Kau adil, Kau pengasih
  Kau terindah
  Kau nyata di dalam hidupku
  Segala tentangMu
  Ku bersyukur selalu
  Karena Engkaulah segalanya dihidupku

Saturday, January 23, 2016

Penyesalan dan Manusia

Prasetyo Peuru Henry (@prasetyopeuru) tweeted at 6:30 PM on Sat, Jan 23, 2016: Apa bila Tuhan pernah menyesal menciptakan kita, terlebih kita manusia yang sering menyesal karena salah bertindak #prasetyopeuruhenryputra (https://twitter.com/prasetyopeuru/status/690859074754183168) Get the official Twitter app at https://twitter.com/download

KasihMu Segalanya

Sejauh lama perjalan hidupku
MengenalMu adalah kebahagiaanku
Mendengarkan FirmanMu menguatkanku
Dalam iman kasih dan pengharapan
  KasihMu segalanya
  Dihidupku
  KasihMu segalanya
  Kau terbaik
Tiada terukur dengan apapun jua
KasihMu sempurna
Ya Yesusku

Keputusasaan Banding Pengharapan

Ketika terjebak ujian hidup
Seringkali arahan mata kita tertuju pada masalah yang malah membuat kita tambah down dan stuck di tempat
Akan tetapi ingatlah dibalik semua itu pasti ada jalan keluar
Jangan takut dan minder
Bebaskan dirimu dalam pengaharapan
Maju dengan doa dalam hati,
Bahwasanya kita mampu berjalan maju dan sukses
Karena itulah janji TUHAN Allah bagi kita
So be fight and stay humble (^_~ )d

Bolehkah Janjiku Ku Ganti Dengan Yang Lain?

Kata telah terucap demi kalimat untuk menjalin kekerabatan
Aku berjanji membuatkan cerita hingga tamat untukmu kawan-kawan
Tapi maaf keadaan berkata lain
Aku belum bisa menyanggupinya sekarang
Bolehkah ku mengganti janjiku?
Karena aku tak suka kalau janjiku tak diselesaikan
Aku tak mau ingkar janji
Hanya bolehkah jika aku tak berhasil menamatkan ceritanya, ku ganti dengan yang lain?

Menunggumu Belahan Jiwa

Oh belahan jiwaku
Oh bagaimana kabarmu
Ku merindukanmu lama
Kau belum jua datang tiba
Oh belahan jiwaku
Oh bagaimana kabarmu
Tuhan dengarlah doaku
Mohon kembalikan dia
  Oh belahan jiwaku
  Ku sangat merindukanmu
  Ku sangat menyayangimu
  Kau bilang tuk bersabarlah
Namun hati ini resah menantikan kehadiranmu
Tuhan kabulkanlah doaku
Kembalikanlah dia padaku
Dia yang paling ku sayangi...
Dihidupku

Sunday, December 27, 2015

What The Special

When we sharing holy story, holy gift to others
Christmas tell it all
It's why I loves Al-Mesiah Jesus Christ my truth Everythings
He always gift me the best for me
I ever seen him and I want to seen him always in the true life

Thursday, November 19, 2015

JJ Dan JQ



JJ Dan JQ
                  Hiduplah dua ekor anak anjing dari satu ibu. Kedua anjing tersebut bernama JJ dan JQ. Mereka berdua adalah adik kaka. JJ dan JQ bermain bersama setiap hari sampai larut sore.mereka ditinggal oleh induknya dan dirawat oleh orang bernama Tyo. JJ dan JQ dirawat oleh TYO dengan baik. Besarnya JJ dan JQ sangat cantik dan ganteng seperti TYO. Kedua anjing tersebut gagah dan perkasa.TYO

Saat TYO,JJ,dan JQ bermain TYO sedang bermain di dekat jurang ,TYO tersandung dan terjatuh ke jurang. Saat itu TYO di tarik oleh JJ dan JQ. Kemudian, TYO pun selamat dari bahaya, lalu JJ, JQ dan TYO pulang ke rumah. TYO bercerita tentang kejadian itu kepada semua orang,“”.
By Hanvin dan Tyo dan Kelvin

Petra dan Lala



I

Petra

            Petra adalah seorang pemuda yang baik, pintar, berprestasi, mandiri, mudah bergaul, murah senyum, kalem, dan selalu bisa membuat orang disekitarnya merasa nyaman.Apalagi dia sangat rajin beribadah, saleh, dan selalu mengandalkan dan mengutamakan Tuhan disetiap aspek kehidupannya.Baginya Tuhan adalah segalanya dalam hidupnya.Dia melakukan semua perintah yang tertera dalam kitab suci dan selalu berbuat baik kepada semua orang.Orang-orang disekitarnya banyak yang segan dan menyukai sikap Petra yang nyaris dikatakan sempurna tersebut. Petra bisa begitu karena hidup dalam keluarga yang takutakan Tuhan, kedua orangtuanya sukses mendidik dan membesarkan Petra hingga menjadi seperti ini. Padahal keluarga mereka adalah keluarga yang berkurangan.Ayah Petra bernama Johanes Ben Mosinda dan Ibunya bernama Magdalena Ratmawati.Ayah Petra adalah seorang aktifis kemanusiaan yang membela hak-hak orang kecil agar diperhatikan oleh Pemerintah dan sering berhadapan dengan para pejabat dan pengusaha lalim yang akhirnya menyebabkan Ayah Petra masuk keluar penjara beberapa tahun dengan berbagai kasus rekayasa, hanya karena Ayah Petra berusaha membela hak-hak orang tertindas dan mencoba membongkar kasus mereka. Karena hal tersebut sejak SD, Petra sudah terbiasa mandiri dengan membantu Ibunya berjualan kue di pasar setiap pulang sekolah untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.Saat SMP Petra sudah bekerja sebagai penyiar radio di sebuah tempat penyiaran swasta lokal di Bandung sampai Kuliah.Karena masalah Ayah Petra yang menyebabkan Ayahnya harus di penjara, Petra akhirnya menjadi tulang punggung keluarga.Walau begitu Petra tak pernah lupa beribadah. Petra selalu mengingat nasihat Ayah dan Ibunya, bahwa dalam keadaan apapun kita harus mengandalkan dan mengutamakan Tuhan selalu, jangan lupa berdoa, baca kitab suci dan beribadah, bersyukurlah dalam segala hal dan Takutlah akan Tuhan. Karena Takut akan Tuhan adalah permulaan segala hikmat dan pengetahuan. Dengan menerapkan segala hal tersebut dan mengingat segala wejangan dari kedua orangtuanya Petra sukses menjadi anak yang berhasil di usia mudanya dan menjadi panutan banyak orang.
            Petra kini sudah kuliah.Dia memilih mengambil jurusan hukum karena dia prihatin dengan keadaan hukum di Indonesia, terutama karena kasus Ayahnya.Dia mengorbankan beasiswanya kuliah di jurusan broadcasting karena suatu alasan yang ada di dalam lubuk hatinya yang sulit dijelaskan. Semua itu karena Ayah yang sangat dikasihinya. Untuk membiayai kuliahnya, Petra tetap terusbekerja di tempat penyiaran Radio pada malam hari, sedang dia kuliah pagi.Kini Petra sudah kuliah semester 6.Berkat Petralah kehidupan keluarganya kini menjadi lebih baik, Petra adalah anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya dan pekerja keras.
            Pada hari sabtu malam dan minggu, Petra aktif pelayanan di tempat ibadahnya, ibadah untuk kaum muda pada malam minggu dan ibadah umum pada hari minggu.Petra juga terlibat dalam pelayanan konseling di tempat ibadahnya.Bisa dihubungi melalui telpon maupun tatap muka pada hari Minggu sore di tempat ibadah. Imam mempercayakan hal tersebut kepada Petra karena Petra memiliki dasar yang kuat dalam keimanannya, juga Petra dikenal di acara Radionya suka memberikan solusi atas segala permasalahan para pendengarnya.
            Ketika hari selasa, Petra memutuskan untuk cuti dari kuliahnya.Bersama ibunya pergi menjenguk Ayahnya di penjara.Selain menjenguk Ayahnya mereka juga sudah berusaha semaksimal mungkin meminta bantuan ke segala Lembaga Hukum dan Pemerintah yang ada walaupun sampai saat ini hasilnya masih belum ada titik terangnya.Beberapa waktu yang lampau Ayah Petra sudah beberapa kali dinyatakan tak bersalah.Namun ada saja pejabat dan pengusaha lalim yang berusaha menjebloskan Ayahnya Petra ke dalam penjara.Kasus Ayahnya Petra sampai sempat menjadi bahan studi di Universitas jurusan Hukum tempat dia menimbah ilmu, bahkan sampai saat ini.Teman-teman Ayahnya Petra banyak yang berkhianat karena terbujuk uang rayuan dari para pejabat dan pengusaha lalim yang bermasalah dengan Ayahnya Petra.Walau begitu tak sedikit orang yang dengan hati nuraninya tergerak untuk berjuang membongkar kasus Ayahnya Petra. Sang Imam selalu mendoakan Petra dan keluarganya, terutama Ayah Petra yang masih mendekam di dalam penjara. Sang Imam adalah teman dekat Ayahnya Petra. Dia mengenal bahwa Ayahnya Petra adalah orang yang jujur dan benar memperjuangkan keadilan.
Saat di Penjara, Petra berbicara dengan Ayahnya, “Pa, minggu kemarin Mama dan Petra sudah ke Mahkamah Agung untuk mengirim surat yang Ayah buat. Petra juga meminta bantuan dosen Petra untuk membantu menyelesaikan kasus ini.Papa tenang aja.Terus berdoa.”Petra menguatkan.
“Makasih Petra, makasih Sayang(Istri). Kalian telah berjuang demi Papa.Papa bangga terhadap kalian.Papa selalu berdoa kepada Tuhan agar kebenaran ini dinyatakan. Dan percayalah kebenaran pasti akan terungkap. Kebenaran tidak akan pernah kalah dari kejahatan. Tuhan melihat hamba-hambanya yang terus berjuang setia demi kebenaran.”Ayah Petra berterima kasih dan memberi wejangan firman Tuhan.
“Iya, Pa. Amin.” Ucap Petra dan Ibunya mengamini perkataan sang Ayah.
“Petra, Mama. Minggu kemarin, hari kamis.Papa ditawari untuk berdamai. Dan jika menandatangani surat perjanjian, maka Ayah akan diberikan uang sejumlah 10 Milyar. Tapi Ayah gak mau. Selain karena bisa dijebak, itu uang haram. Itu uang dari menindas orang susah. Bagaimana mungkin Ayah menerima uang tersebut dan berdamai dengan meraka serta menutup kasus ini, sedangkan para korban itu sekarang menetap di tempat penampungan bersusah payah karena kasusnya di biarkan Pemerintah. Masakan Ayah bersenang di atas penderitaan orang lain. Petra, ingatlah satu hal.Jangan pernah tergoda menerima uang sogokan jika terjadi kelak padamuseberapa besarnyapun uang tersebut.Jangan tergoda.Karena Tuhan melihat segala perbuatan kita.” Cerita sang Ayah dengan pesan rohani kepada Petra.
“Iya Papa. Apa yang Papa perbuat juga sudah benar. Petra bangga sama Papa.” Ucap Petra.
“Papa, terima kasih karena sudah menjadi Suami dan Orangtua yang luarbiasa bagi keluarga kita.Terus berdoa.Dan kuatkan iman agar tetap teguh berdiri di dalam kebenaran.”Ucap Ibu Petra berterima kasih dan memberi pesan rohani.
“Amin.Terima kasih semuanya”.Kata Ayah Petra.
Petra dan Ibunya pun akhirnya kembali ke rumah setelah usai mengunjungi Ayahnya.Malamnya Petra siaran Radio.


II

Kecelakaan Ibunya Petra

            Hari ini Petra gajian.Tak terasa satu bulan sudah terlewati.Sekarang bulan Mei, Petra berencana mau membelikan hadiah kalung emas untuk ibunya, hitung-hitung juga untuk investasi.Ibu Petra sekarang membuka usaha warung makanan, walau masih kios kecil tapi usahanya sudah mendatangkan hasil yang cukup melimpah. Kios tersebut dibuka sebagian besar dari dana gaji yang diberikan Petra kepada Ibunya. Setidaknya dari usaha warung makanan tersebut Ibunya Petra sudah bisa mempekerjakan 6 orang karyawan.1 kasir, 3 pelayan dan 2 tukang masak. Warung makannya tidak sepenuhnya dikelola oleh Ibunya Petra, akan tetapi lebih banyak dikelola oleh karyawannya. Di rumah Ibu Petra membuat kue untuk dibawa ke warung makannya yang diberi nama Warung Makan Sejahtera. Untuk resep makanan di warung makanan milik Ibunya Petra, tentunya resepnya dari resep milik buatan Ibunya Petra.Ibunya Petra jago masak, masakannya enak sekali.Makanan dan kue di warung tersebut bisa diorder.
            Saat Petra berencana mau membelikan kalung emas buat Ibunya, tiba-tiba handphonenya berdering.Panggilan masuk dari ibunya.
“Halo, Ma”Petra menjawab telpon.
“Halo, Mas. Ini Ibunya kecelakaan. Tadi ada motor yang ngebut nabrak Ibu-mu. Sekarang Ibunya gak sadarkan diri dan lagi di dalam Ambulance di bawa ke rumah sakit” Sang penelpon menjelaskan.*Sang penelpon mengetahui itu nomor anaknya karena di handphone Ibunya Petra, tertulis Anakku Petra.
“Apa?! Makasih Pak udah menghubungi saya dan menolong Mama saya. Saya akan segera ke rumah sakit. Alamat rumah sakitnya dimana ya pak?”
“Rumah sakitnya, Rumah Sakit Siloam, Mas. Alamatnya… Bentar saya tanya perawatnya dulu.” Jawab penelpon.
“Oh.. Saya tau Rumah Sakit Siloam, Pak. Saya segera ke sana. Makasih Pak.” Petra.
“Oh iya, iya.Sama-sama Mas.”Telpon dimatikan.Petra pun batal membeli kalung emas dan segera menuju ke Rumah Sakit.
            Setibanya di Rumah Sakit.Petra segera menuju ke Pusat Informasi Rumah Sakit Siloam.
“Suster, Pasien bernama Magdalena Ratmawati apa benar dirawat di Rumah Sakit ini?dirawat di ruang nomor berapa ya?”Petra menanyakan kepada suster.
“Sebentar ya Mas.Saya cek dulu.”Sang Suster pun memeriksa daftar pasien dan nomor ruang tempat pasien dirawat.
            “Ada Sus?”Tanya Petra serius.
“Ada Mas. Ibu Magdalena Ratmawati sekarang sedangdioperasi  di UGD lantai 2.”
“Makasih Sus” Ucap Petra berterima kasih.Petra pun segera berlari mencari ruangan tempat Ibunya dioperasi.
            Setibanya Petra di depan pintu ruang UGD tempat Ibunya dioperasi.
“Mas, kamu yang namanya Petra ya?”Seorang Bapak menanyakan.
“Iya Pak.” Jawab Petra.
“Ibumu dioperasi di sini.Ini Handphone dan dompet Ibumu.” Jawab sang bapak yang menolong Ibunya Petra.
“Terima kasih Pak ….” Ucapan Petra tiba-tiba dipotong oleh seorang pria.
“Maaf Mas, saya yang menabrak Ibu anda. Saya gak sengaja mas, karena terburu-buru. Saya akan ganti rugi sebisanya Mas. Tolong jangan laporkan saya ke Polisi.Saya gak mau dipenjara.Maafkan saya Mas.”
“…Ini semua adalah kecelakaan. Pasti ada alasan dibalik semua ini. Meskipun Mama saya sampai terluka, saya tidak akan menuntut Mas. Asalkan Mas tidak mengulangi kesalahan Mas.Dengan ganti rugi biaya Rumah Sakit saja, itu sudah lebih dari cukup.”
“Makasih Mas. Saya tidak akan mengulangi kesalahan saya. Tapi Mas, uang saya mungkin gak cukup untuk membiayai biaya Rumah Sakit Ibunya Mas. Saya gak punya duit banyak Mas.Sekali lagi maaf Mas.”Sambil menunjukan ekspresi sedih dan merasa bersalah.
“Huuh..Mas.Udah bikin ulah, nabrak orang trus mau tanggung jawabnya setengah-setengah.Jangan mau Mas Petra.Kalau tidak laporkan saja dia biar tahu rasa.”Ucap Bapak yang menolong.
“Gak apa-apa Mas.Saya ikhlas kalau Mas ini hanya bisa ganti rugi seadanya.Saya juga tidak akan lapor ke Polisi.”Petra mengikhlaskan.
“Makasih Mas. Saya akan ganti rugi semampu saya Mas. Saya janji.”
“Bah..Mas Petra terlalu baik Mas.Jangan mau diakali.”Seru bapak yang menolong.
“Saya gak boong Pak. Saya bukan orang kaya Pak. Tolong pengertiannya Pak.” Jawab sang penabrak.
“Ya sudah, gak apa-apa.Saya sudah mengikhlaskan.Toh ini juga kecelakaan.”Ucap Petra menerima keadaan.
“Makanya jangan sok-sokan ngebut dijalanan.Untung Mas Petra baik.”Seru bapak yang menolong.
“Saya khilaf Pak. Maafkan saya.Sekali lagi maafkan saya Pak.”
“Iya.” Petra
“Ya, jangan diulangi lagi.”Kata Bapak yang menolong Ibunya Petra.
“Nama Bapak dan Mas siapa ya?”Petra bertanya.
“Saya pak Nurdin.”Jawab Bapak yang menolong.
“Saya Agus, Mas. Mas namanya Petra ya?” sang penabrak.
“Iya, saya Petra.” Jawab Petra.
“Ibu saya masih dioperasi ya di dalam?” Tanya Petra
“Iya Mas.”Sahut Pak Nurdin dan Agus.
“Kalau gitu Mas, saya balik dulu.Yang penting saya sudah lega, keluarganya udah ada yang datang.”Ucap pak Nurdin.
“Baik Pak. Terima kasih banyak. Ini terima ya pak(mengeluarkan lembaran uang) sebagai ucapan terima kasih saya dan untuk ongkos pulang juga.” Petra.
“Gak usah Mas, saya ikhlas nolong.”Tolak pak Nurdin.
“Jangan Pak, tolong diterima.”Ucap Petra meminta Pak Nurdin menerima pemberian.
“Tidak usah Mas.”
“Tidak apa-apa Pak. Terima saja.” Paksa Petra.
“Baiklah Mas, kalau Mas memaksa. Terima kasih Mas.Saya pamit dulu.” Pak Nurdin pun menerima dan pergi pulang meninggalkan Petra bersama Agus di depan ruang UGD tempat Ibunya Petra dioperasi.
“Mas, saya ambil uang di ATM dulu. Saya gakakan lari Mas. Sebagai jaminannya KTP saya, saya kasih ke Mas sementara.” Ucap Agus.
“Baik Mas.Silahkan.” Petra mengiyakan dan menerima KTP Agus lalu membiarkannya pergi menuju tempat ATM. Petra menunggu di depan ruang UGD sembari berdoa dan menunggu dokter keluar memberikan kabar.
           
            Skip

            Dokter pun keluar dan mengatakan pada Petra bahwa Ibunya selamat dan sudah melewati masa kritis.
III

Pertemuan Petra dan Lala

            Seminggu kemudian.Ibunya Petra sudah dipindahkan ke ruang perawatan dan Petra juga sudah memberitahu Ayahnya mengenai kecelakaan Ibunya.Imam dan orang-orang dari tempat ibadah juga sudah datang berkunjung menjenguk Bu Magdalena. Hari ini Petra pulang lebih awal dari tempat kuliahnya untuk menjengguk Ibunya. Setibanya di rumah sakit dalam perjalanan menuju ruangan Ibunya, tiba-tiba Petra yang terburu-buru menuju ke ruangan tempat Ibunya dirawat tak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis dibelokan.
“Awh.. sakit. Hati-hati dong kalo jalan. Pake mata jangan pake dengkul.” Jawab cetus sang gadis. Padahal kejadian tabrakan tersebut tak sepenuhnya salah Petra. Mereka berdua pun segera berdiri.
”Maaf. gue gak sengaja. Karena buru-buru gue jadi gak terlalu meratiin jalan. Sekali lagi maaf ya.” Petra meminta maaf.
“Huhh.. Maaf, maaf. Sakit nih. Udah bete ama Mama, elu lagi bikin tambah bete gue.” Keluh sang gadis.
“Aduh maaf ya. Mau gimana lagi? Kan gak sengaja. Aku beliin minum deh ya sebagai tanda permintaan maaf.” Ucap Petra.
“Oh jangan-jangan lu sengaja lagi nabrakin diri lu ke gue. Sebenernya lu cuman pengen deketin gue doang kan? Lu mau modusin gue. Iya kan?”tuduh sang gadis. *Kegeeran ya ceweknya. Hihi*
“Gak, gak. Yang tadi itu emang gak disengaja. Gue beneran lagi buru-buru mau jenguk seseorang.Jangan salah paham, please.” Jawab Petra
“Oh yaudah, gak terima sogokan.”Cetus.
“Ini gak nyogok kok cuman sebagai tanda permintaan maaf aja.Kalau gak mau yaudah.Sekali lagi maaf ya.” Kata Petra.
“Eh gak jadi.Karena situ udah nabrak.Jadi gak pa-pa beliin saya minuman. Pocari ya?.:p” Sang gadis pun menerima tawaran Petra.
Petra tersenyum.“Ok.” Mereka berduapun pergi ke kantin untuk membeli minuman.
            Setibanya di kantin.“Bu pesen Pocarinya dua.Harganya berapa ya?” Tanya Petra.
“Harganya Rp. 10.000 dua.Bentar ya mas.”Ibu kantin mengambil 2 botol pocari.
Bu kantin menyodorkan.“Masih ada lagi Mas?”tanya bu kantin.
“Mbak mau pesen yang lain lagi gak?” Tanya Petra kepada sang gadis.
“Nama gue bukan mbak ya!Nama gue Lala.Gak usah deh, Pocari aja cukup.”
“Oh ok Lala.”Jawab Petra singkat.
“Belinya Pocari aja bu, ini uangnya.”Jawab Petra kepada Bu Kantin sambil menyerahkan uang pembelian.
“Makasih Mas.Ini kembaliannya.” Bu Kantin.
“Sama-sama bu.” Ucap Petra.
“Gue duluan ya kalo gitu?”Kata Petra ke Lala.
“Ih gak boleh gitu dong.Lu kok gak bertanggung jawab main pergi gitu aja.Temenin gue dulu dong.” Seru Lala.
“Ya udah deh.Gue temenin lu dulu.”
“Nah gitu dong.”
            Petra dan Lala kemudian duduk di kantin bersama, mereka kemudian mengobrol berdua.
“Makasih ya Pocarinya.”Ucap Lala sambil meminum Pocarinya.
“Iya sama-sama.”
“Gue juga mau minta maaf udah jutek tadi sama lu. Padahal kejadian tabrakan tadi gak sepenuhnya salah lo.Gue tadi abis kabur dari nyokap.” Ucap Lala.
“Kabur kenapa?” tanya Petra.
“Kepo.”Lala meledek.
 “Ehh.. -.-”
“Tadi kabur karena kesel aja akan sesuatu hal aja.” Kata Lala.
“Kamu pasien di sini ya?”Petra menanyakan.
“Iya. Udah jelas-jelas gue pake baju kayak gini. -_-”cetus Lala.
“Maaf, maaf.Cuma mastiin aja.” Jawab Petra.
“Sakit apa kalau boleh tau?” sekali lagi Petra bertanya.
“Rahasia.Orang baru gak boleh banyak tau.” Ucap Lala.
“Sakit ‘Rahasia’. Baru tau ada nama penyakit Rahasia.” Canda Petra.
“Ah elah, lu bisa becanda juga ya? Oh iya nama lu siapa? Kenalan dulu dong biar sreg.”
“Nama gue Petra Imanuel Mosinda, panggil aja Petra.”Petra memperkenalkan diri.
“Kalo gueLala Angela Numeta. Nama panggilan udah tau kan?”
“Kamu lagi dicariin Mamamu kan?Mending kamu balik dulu ke Mamamu.Nanti Mamamu khawatir loh.”Petra menyarankan.
“Ah lu gak asik. Gue lagi bete ama Nyokap.Mending lu temenin gue dulu.” Bujuk Lala.
Gue lagi males ketemu Nyokap gue, soalnya Nyokap gue udah jarang jenguk gue di rumah sakit ini. Dia terlalu sibuk sama pekerjaannya, padahal anaknya lagi sakit di rumah sakit. Alasannya untuk biayain pengobatan gue. Emang gue tau itu baik, tapi kalo karena itu trus bikin Mama jadi jarang ke rumah sakit kan gue juga jadi kecewa. Gue sedih kalo cuma ditemani sama Oma dan Bibi(pembantu Mikha).Sedangkan kalo sama sahabat-sahabat gue, gue gak mau mereka ngeliat gue dalam keadaan kayak gini.”Cerita Lala.
“Kamu ambil positifnya aja Lala. Bersyukur, Nyokap lu masih bisa datang jenguk lu walau jarang. Setidaknya dia tetap perhatian ama lu dan pastinya dia sayang ama lu. Nyokap kamu jarang jenguk bukan karena dia gak mau, namun untuk kebaikanmu juga. Seharusnya lu mendoakan keberadaan Mamamu. Minta sama Tuhan agar Mamamu selalu diberikan kesehatan, diberikan kesuksesan dalam pekerjaannya. Dan utamanya agar kamu penyakitnya bisa disembuhkan sama Tuhan.”Saran Petra.
“Doa?Tuhan? Ahh..Omong kosong. Gue gak percaya sama begitu-begituan. Jangan ngomongin Tuhan sama gue. Dulu gue pernah berdoa sama Tuhan untuk kesembuhan Papa gue, yang punya penyakit sama kayak gue. Tiap hari gue berdoa agar penyakit Papa disembuhkan dan operasinya berhasil, tapi nyatanya apa? Tuhan diam aja, Tuhan gak dengar doa gue. Papa gue akhirnya meninggal 11tahun yang lalu. Sejak itu gue gak percayasama Tuhan lagi. Ditambah, kalau Tuhan ada, kenapa penyakit Papa diturunin ke gue juga.Apa Tuhan mau bunuh gue juga sama kayak Tuhan ngerenggut nyawanya Papa?” ucap Lala yang tidak mempercayai keberadaan Tuhan.
“Tuhan itu baik La, apapun yang terjadi dalam hidup ini pasti ada alasannya. Papamu pasti sudah tenang hidup di alam sana, di dalam surga. Tuhan gak mau bunuh Lala, tapi Tuhan pasti memiliki rancangan terindah dalam hidup Lala.Tuhan mau melihat Lala tetap setia dalam hidup Lala kepada Tuhan. Terus berdoa, percaya sama Tuhan dan lakukan yang terbaik buat Tuhan dan sesama. Lala harus rajin baca kitab suci, dari situ Lala bakal mengerti dan melihat betapa baiknya Tuhan itu.Dan yakini Tuhan ada untuk Lala dan keluarga Lala.Tuhan baik dan memiliki rancangan terindah buat Lala dan keluarga Lala.”
“Hmm…” terdiam akan penjelasan Petra.
“Lala… disitu kau nak.”Terdengar dari jauh suara panggilan seorang ibu-ibu memanggil namanya Lala.
“Mama?”Lala terkejut.
Ibunya Lala pun mendekati anaknya, “Lala maafin Mama ya?Mama tau Mama salah. Mama pasti akan lebih sering jenguk Lala. Mama janji. Tapi jangan kabur lagi ya dari Mama.”
“Iya Ma..Maafin Lala juga.”
Petra melihat dengan tersenyum.
“Oh iya ini kenalin Ma, namanya Petra.”Lala memperkenalkan Petra.
“Petra” Petra memperkenalkan diri dan tersenyum bersalaman dengan Ibunya Mikha.
“Ini sahabatnya Lala?”Ibunya Lala bertanya.
“Bukan Ma. Kita baru kenalan tadi, trus ngobrol bareng.Petra anaknya baik Ma.”Lala menjelaskan.
Petra hanya tersenyum.
“Makasih ya udah jagain anak tante.Kami pergi dulu.Sekali lagi makasih.” Ucap Ibunya Lala.
“Iya sama-sama bu. Mari.” Sahut Petra.
“Ayo Mikha kita kembali ke ruang rawat.”Ibu Lala mengajak Lala kembali.
“Iya, Ma.” Ucap Lala.
“Besok soremau ngobrol di sini lagi gak?”tanya Lala.
“Boleh.”
“Janji ya?” kata Lala.
“Iya” setujuh Petra.
“Ya udah sampai jumpa.Daa…” ucap Lala berpisah.
“Iya, Dada…” Sambil melambaikan tangan kepada Lala.
            Petra kemudian segera ke ruangan ibunya untuk menjenguknya.


IV

Aku Penyiar Radio

            Perkataan Petra masih terngiang-ngiang di kepala Lala, bagaimana Petra dengan sangat yakin menjelaskan betapa baiknya Tuhan itu.Petra juga menyarankan Lala untuk kembali membaca kitab suci.Lala yang merasa terdorong dengan kata-kata Petra memutuskan untuk membaca kitab suci, Lala meminjam kitab suci yang dibawa neneknya.
Mikha, “Oma, boleh gak Mikha pinjam kitab sucinya nenek?”
Neneknya Mikha, “Boleh sekali Mikha, Mikha mau baca kitab sucinya?”
Mikha, “Iya Oma.”
Neneknya Mikha, “Wah puji Tuhan, nenek senang dengarnya, Mikha akhirnya mau baca kitab suci lagi. Nenek ambilkan dulu ya.”
Mikha, “Iya Oma.”
Neneknya Mikha, “Ini Mikha. Sebelum baca kitab sucinya, doa dulu ya Mikha. Biar hadirat Tuhan lebih terasa.”
Mikha, “Ok Oma.” Mikha pun berdoa dan mulai membaca kitab suci lagi setelah sekian lama tidak pernah membacanya.
            Mikha terenyuh ketika membaca satu kutipan ayat yang berkata “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Namun dia lalu mempertanyakan kutipan ayat selanjutnya yakni, “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu….”
Mikha merenungkannya sambil meneteskan air mata, “Kenapa dulu saat aku berdoa kepadamu dengan sungguh-sungguh dan Engkau tak menjawab doaku Tuhan, kenapa Kau biarkan orang yang kusayangi pergi meninggalkanku selamanya?Kenapa? Jika benar ayat ini berkata ketika ku datang berdoa kepada-Mu dan mencari Engkau dengan segenap hati maka kau akan menjawab doaku, lalu kenapa dulu Kau tak mendengar doaku? Kenapa Tuhan?” ucap Mikha dalam hatinya.
Neneknya Mikha, “Mikha, kenapa kamu menangis nak?”
Mikha, “Oma, Mikha baru membaca kalau kita berdoa dan mencari Tuhan maka Tuhan akan menjawab doa kita. Lalu kenapa dulu saat Mikha berdoa dengan sungguh-sungguh untuk kesembuhan Papa namun Tuhan tak mendengar doa Mikha?”
Neneknya Mikha, “Memang benar Tuhan akan menjawab doa kita saat kita berdoa dan mencari Tuhan. Tapi tahukah kamu Mikha, dalam setiap doa kita Tuhan akan merespon dengan 3 jawaban. Pertama iya, kedua tunggu, dan ketika tidak.Dan mungkin jawaban Tuhan untuk Mikha saat itu adalah tidak.Bagaimanapun juga Tuhan mempunyai rancangan yang terbaik dalam hidup kita, jadi percayalah kepada Tuhan.Serahkan hidup kita ke dalam pimpinan-Nya, maka pasti hidup kita akan jauh lebih berarti.”
Mikha, “…” menangis mendengar pernyataan neneknya.
            Besoknya Mikha menunggu di kantin, Mikha berharap dapat bertemu dengan kak Petra kembali.Setengah jamlebih menunggu kemudian Petra akhirnya muncul juga.Mikha merasa sangat senang.
Mikha, “Kak Petra… di sini.”Panggil Mikha kepada Petra.
Petra, “Ya..” segera menuju ke tempat Mikha berada.
Petra, “Hai, udah nunggu lama.” Menanyakan.
Mikha, “Udah setengah jam-an lebih sih nunggunya.
Petra, “Maaf ya udah bikin nungguh lama.Tadi abis dari tempat Nyokap dulu.”
Mikha, “Gak apa-apa. Lagian juga Mikha kan yang ngajak ketemuan lagi. Oh yang kak jenguk di rumah sakit ini nyokapnya kak? Sakit apa?”
Petra, “Minggu lalu kecelakaan ditabrak motor.”
Mikha, “Oh… semoga cepat sembuh ya.”
Mikha, “Ngomong-ngomong kak Petra aku mau nanyain sesuatu hal. Kemarin Mikha udah mulai baca kitab suci lagi, disitu menyebutkan bahwa Tuhan merancangkan yang terbaik buat kita, Tuhan akan memberikan masa depan yang penuh harapan dan apabila kita datang mencari Tuhan dan berdoa kepadanya, maka Tuhan akan ada menjawab doa kita dan Tuhan juga akan memulihkan keadaan kita. Tapi kenapa dulu saat Mikha berdoa kepada Tuhan, Tuhan seakan-akan gak mendengar dan menjawab permohonan Mikha.Sebenarnya Mikha udah menanyakan hal ini kepada Oma Mikha, tapi Mikha ingin mendengar langsung pendapat kak Petra.Gimana kak?”
Petra, “Wah baru nyampe udah dikasih pertanyaan berat nih.Bentar ya, sebelum jawab kak mau pesan teh juga ya.Kamu mau pesan makanan?”
Mikha, “Ah nggak udah tadi kok.Oh iya maaf, kak pesan minuman atau makanan dulu aja.”
Petra pun memesan the dan memulai percakapan serius dengan Mikha.
Petra, “Oke, gini Mikha. Pertama kak senang kamu udah mulai membaca kitab suci lagi dan kak berharap itu bisa dilakukan setiap hari. Dan untuk pertanyaan Mikha tadi begini, Tuhan benar merancangkan yang terbaik untuk Mikha dan atas doa Mikha yang dulu seakan-akan Tuhan tak mendengar ataupun menjawabnya, dan kini Mikha memiliki penyakit yang sama dengan Papanya Mikha. Pasti Tuhan memiliki rencana yang terbaik buat hidup Mikha.Tuhan menginginkan dalam kehidupan ini kita melakukan setiap firman-Nya apapun yang terjadi. Kalau Mikha berkata Tuhan tidak mendengar atau menjawab doa Mikha, itu salah besar. Tuhan mendengar doa Mikha, namun Tuhan memiliki 3 jawaban untuk Mikha.”
Mikha, “Iya, tunggu dan tidak” potong Mikha.
Petra, “Nah benar.”
Mikha, “Mikha tau dari Oma kemarin.”
Petra, “Ya kalau Mikha sudah tau maka yang Mikha harus lakukan sekarang kembali kepada Tuhan.Tetap berdoa. Mujizat Tuhan masih terjadi sampai saat ini dan kalau Mikha mengimani dengan sungguh, percayalah mujizat itu akan terjadi dalam hidup Mikha. Berharaplah pada Tuhan dengan sungguh. Yakini Tuhan akan menyembuhkan Mikha. Oke.”
Mikha, “Ya…” ucap singkat Mikha walaupun dia masih belum bisa menerimanya seutuhnya.
Mikha, “Makasih ya kak Petra, ternyata ucapan kak Petra dan Oma Mikha gak jauh beda. Tapi Mikha senang kak Petra mau menyediakan waktu buat Mikha.
Petra, “Iya sama-sama.”
Mikha, “Oh iya ngomong-ngomong kak Petra jangan-jangan udah punya pacar lagi.Nanti disangkanya Mikha ganggu pacar orang lagi?”
Petra, “Gak kok kak Petra masih single.”
Mikha, “Masa sih?Cowok seganteng kak Petra masih belum punya pacar.Kak Petra bohong ya?”
Petra, “Serius. Kak masih single.”
Mikha, “Hahaha..iya deh percaya.”
Mereka berdua pun terus mengobrol.Mikha kemudian mengajak Petra datang ke ruang rawat Mikha.Saat itu ada Oma Mikha dan pembantu mereka.Petra memperkenalkan dirinya, Mikha juga menjelaskan ke Omanya bahwa karena kak Petralah dia mau membaca kitab suci lagi.Saat Petra mau pamit, Petra mengatakan bahwa ibunya dirawat di ruang nomor sekian datang saja kalau mau bertemu. Petra juga mengatakan bahwa dia adalah seorang penyiar radio dan meminta Mikha untuk mendengar siaran radionya pada jam 9 malam sampai jam 11 malam kalau dia sempat. Mikha sedikit terkejut kemudian mengiyakannya. Mikha meminta kak Petra untuk bertemu kembali besok pada jam 4 sore di ruang rawatnya. Petra setuju.Petra pun pulang dan bersiap untuk mulai bekerja sebagai penyiar radio.
Pada malam itu Mikha pun mendengarkan siaran radionya kak Petra, Mikha tak menyangka bahwa orang yang baru saja dia kenal dan mulai akrab dengannya adalah penyiar radio.Mikha merasa sangat senang.Mikha pun terkagum mendengar siaran radionya.


V

I Love You

            Hari demi hari Petra dan Mikha sering bertemu hubungan mereka pun semakin hari semakin akrab.Entahlah apakah benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mere berdua, terlalu cepat menyimpulkan. Yang jelas mereka tampaknya saling tertarik satu sama lain.
            Pada malamnya Mikha selalu mendengar siaran radio kak Petra, menjadi obat tidurnya pada malam hari. Tentunya juga kini Mikha selalu berdoa dan membaca kitab suci pada malam hari sebelum mendengar siaran radio kak Petra agar ketika dia sudah tak sadar ketiduran dia sudah tidak lupa dan tak perlu berdoa dan membaca kitab suci lagi karena sudah melakukannya. Petra juga dalam siaran radio selalu mengucapkan semoga cepat sembuh untuk Mama dan gadis manis yang jauh di sana. Setiap kali mendengar kata gadis manis tersebut, hati Mikha selalu berbunga-bunga. Sudah jelas karena orang yang disebut gadis manis tersebut sudah tentulah adalah Mikha.
            Hubungan Mikha dan Ibunya Petra juga semakin dekat karena Mikha sering datang berkunjung ke ruang rawat Ibunya Petra, mereka sering mengobrol banyak hal.Demikian pula dengan Petra terhadap Ibu, Oma dan pembantunya Mikha. Kedua keluarga mereka juga sudah saling akrab satu sama lain, terkadang Ibunya Petra datang berkunjung ke ruang rawatnya Mikha dan demikian dari keluarganya Mikha.Keluarga Mikha juga sudah mengetahui tentang keberadaan Ayahnya Petra dan turut mendoakan agar kebenaran dapat segera dinyatakan dan Ayahnyaa Petra dapat segera bebas.
            Sampai akhirnya tibalah pada hari dimana Ibunya Petra sudah dinyatakan sembuh dan boleh pulang ke rumah.Petra dan Ibunya ingin berpamitan dengan Mikha dan keluarganya di rumah sakit, namun ternyata Mikha sedang jalan keluar bersama Ibunya.Akhirnya Petra menitipkan salamnya kepada pembantunya Mikha, karena Omanya Mikha pun ternyata sedang keluar.
            Petra dan Ibunya akhirnyasegera bersiap untuk pulang ke rumah.Padahal Mikha dan Petra belum mengetahui nomor telponmasing-masing untuk saling berkomunikasi.Sama halnya dengan Ibunya Petra dan Orangtuanya Mikha.
Setibanya Mikha dan Ibunya Mikha di ruang rawatnya, disitu ada Omanya dan pembantunya. Mereka pun memberi kabar bahwa Petra dan Ibunya baru saja kembali pulang ke rumahnya hari ini dan dapat salam dari keluarganya. Mikha yang mendengar hal tersebut segera berlari keluar dengan sedihnya, Mikha mulai menyucurkan air matanya.Mikha berkata dalam hatinya kenapa kak Petra tidak menunggunya terlebih dahulu.Mikha terus berlari menuju keluar sambil menangis.Dia tidak menghiraukan orang-orang disekitar yang memerhatikannya. Setibanya diluar Mikha segera melihat ke sana kemari mencari keberadaan kak Petra, namun tak kunjung menemukannya. Ternyata di tempat yang berbeda Petra sedang berlari kembali menuju ruangan Mikha untuk mengucapkan satu hal.Petra pun diberitahu bahwa Mikha sedang berada di luar mencarinya.Petra segera menyusul Mikha.
Setibanya Petra di luar, Petra melihat Mikha yang sedang terduduk menangis.Menangis terseduh-seduh meratapi kepergian Petra.Petra yang merasa sedih juga melihat keadaan Mikha dan perasaan sayang yang muncul dalam hatinya segera mendekati Mikha dan memanggilnya bahwa dia masih di sini.Mikha yang terkejut gembira melihat keberadaan kak Petra segera berdiri dan memeluk erat Petra, Petra pun juga memeluk erat Mikha.
Mikha, “Kak Petra jahat. Harusnya kan tunggu Mikha dulu baru pulang. Kak Petra bahkan belum memberi tahu nomor handphone kak Petra.Mikha takut gak bisa ketemu kak Petra lagi.”Berkata sambil menangis terseduh-seduh.
Petra, “Maaf. Padahal walau kak Petra segera kembali pulang, Mikha kan tetap bisa nelpon kak Petra di siaran radio. Padahal kak Petra selalu nunggu Mikha buat nelpon di siaran radionya kak Petra, tapi gak pernah. Bagaimanapun kak Petra minta maaf karena gak berpamitan langsung sama Mikha.”Ucap Petra sambil mengelus kepala Mikha.”
Mikha, “Kak Petra sebenarnya Mikha… Mikha… Mikha sayang banget sama kak Petra. Mikha cinta sama kak Petra.Mikha gak mau jauh dari kak Petra. …” Ungkap Mikha mengakui perasaanya.
Petra, “Mikha… kak Petra juga mau jujur. Kak Petra juga sebenarnya punya rasa sama Mikha dan kak Petra sadar bahwa kak Petra sayang sama Mikha. Kak Petra juga gak mau jauh dari Mikha.Mikha mau jadi pacar kak Petra?”Ucap Petra menyatakan cinta.
Mikha, “Mau kak, Mikha mau jadi pacar kak Petra.Mikha sayang banget sama kak Petra.”Tegas Mikha menerima lamaran Petra.
            Mereka pun hari itu resmi jadian.Mereka memberitahu kedua orangtua tentang hubungan mereka.Petra pun segera pulang bersama Ibunya.Namun sebelum itu Petra berkata kepada Mikha bahwa dia akan terus datang menjenguknya, menjenguk pacarnya  yang tersayang. Mereka juga saling bertukar nomor telepon masing-masing untuk saling menghubungi satu sama lain. Baik Petra dan Mikha maupun orangtua mereka.Hari itu menjadi salah satu hari terindah dalam hidup mereka, mereka sangat bahagia.Mereka pun mendoakan hubungan Petra dan Mikha ke dalam tangan Tuhan.


VI

Awal Hubungan

            Hari ini Petra datang menjenguk pacarnya Mikha.Sebelum itu pada pagi harinya Petra mengirim pesan kepada Mikha lewat Line, ucapan selamat pagi.Lalu saat di perjalanan menuju ke rumah sakit pada sore hari, Petra mendapat ide untuk membeli seikat bunga untuk diberikan kepada kekasihnya tersayang.Petra pun singgah membeli seikat bunga.
Petra, “Mbak, bunga yang bagus untuk pacar saya yang lagi sakit apa ya? Saya pesan seikat dong.”
Mbak penjual bunga, “Ini mas, bunga untuk pacar yang lagi sakit. Harganya Rp. Sekian(gak tau harga bunga).”
Petra, “Saya beli mbak, ini uangnya.”Menyerahkan uang kepada mbak penjual bunga.
Mbak penjual bunga, “Ini kembaliannya mas, makasih.”
Petra, “Iya mbak sama-sama.”
Petra pun segera menuju rumah sakit.
            Sedang Mikha yang menunggu kekasihnya dalam perjalanan, bersiap-siap dan dandan secantik mungkin walaupun tetap mengenakan pakaian rumah sakit.Oma Mikha dan pembantu Mikha Bi Sulis yang melihat gelagat Mikha yang bersiap menunggu kedatangan sang kekasih, merasa lucu namun tetap membantu Mikha untuk bisa tampil cantik. Sungguh indah cinta pasangan muda, bukan berarti cinta pasangan tua juga tak indah. Hahaha…
            Petra pun akhirnya tiba di rumah sakit, dia segera menuju ke tempat Mikha.Setibanya dekat pintu ruangan tempat Mikha dirawat, Petra segera menyembunyikan bunganya untuk memberikan surprise kepada Mikha. Tibalah Petra depan pintu tempat Mikha di rawat yang sengaja dibuka. Petra segera menampakan diri.
Petra, “Selamat Sore semuanya.”Salam Petra ramah.
Omanya Mikha, “Selamat Sore nak Petra.”
Bi Sulis, “Selamat Sore.”
Mikha, “Selamat Sore sayang.Akhirnya yang ditunggu datang juga. Hehe..” ucap Mikha sambil tertawa manis.
Petra, “Ini ada hadiah buat kamu. Tadaa..” Memberi surprise kepada Mikha.
Mikha, “Makasih sayang.”Segera memeluk Petra.
Petra, “Iya masama.”Memeluk Mikha balik.
Petra, “Mikha uhm..uhm..” memberi tanda.
Mikha, “Kenapa ‘yang.”Tanya Mikha polos.
Petra, “Gak malu diliatin Oma sama pembantu kamu?” Tanya Petra yang agak malu diliatin berpelukan sama Mikha oleh Oma dan Pembantunya Mikha.
Mikha, “Ah… biarin kan kamu pacar aku. Jadi ya sah-sah aja.”Jawab Mikha cuek.
Petra, “Haduhh..” keluh Petra dalam hati.
Petra, “Ya, udah ya sayang gak baik lama-lama.”
Mikha “Ah… kamu gak asik ah… ya udah deh.Bagaimanapun makasih ya bunganya.”Ucap Mikha berterima kasih sambil mengecup pipi Petra dengan segera.
Mikha, “Itu ciuman pertama dari aku, tanda terima kasih karena udah bawain bunga buat aku dan sebagai tanda awal hubungan kita.”Ucap Mikha nakal.
Petra hanya terdiam tersipu malu, sambil menengok ke arah Oma dan pembantunya Mikha.
Petra pun berkata, “Lain kali gak boleh asal nyium lagi ya. Aku mau kita pacaran yang sehat.Oke.”
Mikha, “Maaf ya sayang, abisnya aku sayang banget ama kamu.Liat kamu jadi gemes bawaannya pengen nyium.Maaf ya.”Ucap Mikha meminta maaf.
Petra, “Gak boleh gitu.Lain kali jangan lagi ya.”
Mikha, “yah… kok gitu sih.Kita kan udah pacaran.”
Petra, “Aku mau kita pacaran sehat sayang.”
Mikha, “Tadi meluk boleh, nyium gak boleh.”
Petra, “Meluk masih boleh karena dengan meluk kita bisa merasa lebih nyaman dan pelukan merupakan basic need of life, ok.Tapi kalo nyium nanti takutnya kebablasan. Gak mau kan ntar kebablasan. Apalagi Mikha kan masih SMA. Sekolah yang tinggi dulu baru nikah trus boleh ciuman.”
Mikha, “ah elah, lama banget kalo gitu mah. Kecewa..” jawab Mikha bete.
Petra, “Kita jalanin aja hubungan kita di jalan yang benar, pasti Tuhan akan merestui.”
Oma Mikha, “Amin. Benar kata nak Petra Mikha, kamu beruntung dapat pacar yang pengertian dan bijaksana.”
Mikha, “Iya oma. J
Petra, “Makasih Oma.”
Bi Sulis, “Non Mikha beruntung loh punya pacar kayak Mas Petra. Dewasa banget.Dijaga bener-bener ya Non. Bi Siti doain semoga langgeng sampe nikah deh.Amin.”
Mikha, Petra dan Omanya Mikha, “Amin.”
Mikha, “By the way, baru pacaran aja udah di doain sampe nikah.Haha…” ucap Mikha.
Petra, “Iya.” Setuju Petra.
Bi Sulis, “Gak apa-apa Non biar langgeng.”
Mikha, “Iya, Amin.”
Petra tersenyum.Mikha lalu menaruh bunga yang di bawa kekasihnya Petra ke vas bunga.
Petra, “Mikha, aku mau nanya. Kalo Mikha keluar sabtu besok pas malam minggu bisa?”
Mikha, “Kamu mau ngajak aku malam mingguan.”
Petra, “Malam mingguan?Bisa dibilang gitu juga sih, tapi lebih tepatnya mau ngajak kamu ibadah youth.Bisa nggak?”
Mikha, “Oh…Bisa.Aku mau.Kata dokter Mikha boleh keluar kok.Akusoalnya pernah diajak keluar dulu sama Mama.”
Petra, “Oke, kalau gitu besok aku jemput kamu jam 5 ya. Ibadahnya sih mulai jam setengah 7, tapi karena perjalanan dari sini ke tempat ibadah sekitar 1 jam kalo naik motor dan aku harus persiapan buat melayani setengah jam-an jadi aku jemput jam 5.”
Mikha, “Oki doki(Oke).” Ucap Mikha setujuh.
Petra, “Aku jadi WL(Worship Leader) loh.”
Mikha, “Wih keren.Berarti suaranya bagus dong.Aku belum pernah denger kamu nyanyi.Nyanyiin aku lagu yang romantis dong.”
Petra, “J Boleh. Bentar lagu apa ya? …Oh ini. Ehm….”
Petra pun mulai menyanyikan sebuah lagu yang berjudul, Ku Temukan Cinta.

Ku Temukan Cinta

Saat ku bertemu denganmu
Dan semakin lama ku kenal
Ada rasa yang mulai tumbuh dalam hatiku
Hanya dengan menatap saja
Dan berbicara dengan kamu
Sudah membuat ku merasa lebih bahagia
Oh Tuhan ku temukan cinta
Cinta yang membuat hidupku bermakna
Dan kini ku beranikan diriku
Tuk mengatakan
Aku cinta padamu

Selesai Petra menyanyi, Mikha lalu berkata, “So sweet.Suara kamu bagus banget sayang.Kenapa gak jadi penyanyi aja?”
Petra, “Ya gak lah. Gak kepikiran sampe ke sana.Anyway makasih pujiannya.”
Mikha, “Sebenarnya aku suka nulis lagu juga loh.Dan gue suka ngerekam lagu gue ke SoundCloud.Coba bawa gitar, pasti nyanyinya makin seru.Sayang bisa main gitar gak?”
Petra, “Bisa.Sekarang kamu dong yang nyanyi, nyanyiin lagu ciptaanmu, pengen denger.”
Mikha, “Oke.” Mikha pun menyanyikan lagu ciptaannya.
Hari itu diisi mereka dengan bernyanyi bersama dan ternyata suara Mikha juga tak kalah bagusnya. Esoknya tibalah hari yang dinanti, Petra menjemput Mikha jam lima untuk beribadah. Ibadah Youth. Dalam perjalanan menggunakan motor, Mikha memeluk Petra erat.Setibanya di tempat ibadah, Petra segera bersiap dan mengajak Mikha untuk berdoa bersama dan Mikha juga melihat Petra bersiap untuk ibadahnya. Oh iya lupa, Petra juga memperkenalkan Mikha kepada teman-temannya di tempat ibadah. Malam itu menjadi momen yang berarti, terutama buat Mikha.Tak hanya bahagia karena Petra, Mikha juga merasa tersentuh oleh pemberitaan firman Tuhan oleh Imamnya.Intinya semua bahagia.


VII

Pajak Jadian

            Pada hari Minggu kemarin Lala sekeluarga beribadah bersama dengan keluarga Petra di tempat ibadahnya Petra.
            Beberapa Minggu berlalu, Lala akhirnya meminta kepada Mamanya dan dokter untuk dirawat jalan.Lala ingin kembali kuliah.Dan setelah dokter mempertimbangkanya akhirnya Lala diperbolehkan untuk dirawat jalan, tentunya dengan beberapa syarat yang harus dipatuhi.
            Lala mengabarkan kepada Petra tentang keberadaannya dan Petra ikut membantu Lala dalam proses kepulangan kembali ke rumah.
            Hari ini hari pertama Lala kembali kuliah, Lala begitu bersemangat bisa kembali kuliah.Dia sudah bersiap-siap.Semuanya beres, saatnya berangkat.Lala diantar oleh supirnya pak Jono.
            Pak Jono, "Semangat sekali Non. Akhirnya bisa ngampus lagi ya Non? :)"
            Lala, "Iya dong Pak Jono. Bosen kankalo di rumah sakit terus. Lala juga mau sekolah lagi dong.Trus nyeritain ke sahabat-sahabat Lala, kalo Lala udah punya pacar anak Hukum plus penyiar Radio lagi.Yeah."
            Pak Jono, "Selamat ya Non. Pak Jono turut seneng dengernya."

            Skip

            “Gita, Rani, Niko. Gue punya kabar berita buat kalian! Coba tebak!”Ucap Lala membuat penasaran.
            “Lu udah sembuh?”Rani, Gita.
            “Belom.Bukan itu.Coba lagi, coba lagi.”Lala.
            “Lu udah punya pacar.”Tebak Niko ngasal.
            “Yaaa, gak seru banget.Masa’ langsung ketebak.”Ungkap Lala yang ini temen-temennya kepo lama-lama.
            “Serius lu?”Niko seakan gak percaya.
            “Seriusan La?” Rani dan Gita berbarengan lagi.
            “Iya dong.”Lala mengiyakan mengungkapkan kebanggaannya.
            “Selamat ya La.”Gita memberi selamat.
            “Iya, selamat ya La” Rani turut senang.
            “Selamat La. Akhirnya gak jomblo lagi.”Ucap Niko ikut memberi selamat dengan sedikit meledek.
            “Iya, makasih ya semuanya.”
“Niko gue dulu gak jomblo ya.Tapi single.:p” ucap Lala.
“Yee sama aja kali. :p” Iseng Niko.
“Beda ya!”Lala mulai kesel.
“Udah-udah gak usah berantem.” Tengah Gita.
“Yang penting sekarang PJ-nya mana?hehe” Rani menagih pajak jadian.
“Iya, PJ-PJ” Gita ikutan.
“Pinter lu Ran, tumben-tumbennya.” Ucap Niko.
“Ihh apaan sih?Niko gak usah dikasih La.”Kesel Rani.
“Iya, iya becanda yaelah.Gak seru banget ahh” Niko takut gak kebagian PJ.
“Yahh, nyeritain kabar gembira malah dimintain PJ -_- lupa“
“Hahahaha” semua ketawa.
“Yaudah gue traktir makan aja ya.Mau di kantin apa di luar?”
“Di luar aja.”Seru Gita, Rani dan Niko berbarengan.
“Oke.Sepulang kuliah berarti ya?”
“Oke-oke” Gita, Rani.
“Asikkk” Niko.

Skip

“Pergi kemana nih kita?” tanya Rani penasaran.
“Emangnya pada mau makan apa guys?”
“Ke Restoran Steak Duo aja, gue pengen banget makan steak.” Ungap Niko.
“Gak ah gak mau, ke Café Lamoe aja mending.Biar sekalian liat cowok cakep.”Gita mengusulkan.
“Setuju. Lu kan bisa makan steak juga di Café Lamoe. Bisa sekalian cuci mata lagi.Hehe” ucap Rani.
“Bener juga ya.Yaudah deh gue setuju.”
“Oke jadi kita perginya ke Café Lamoe ya?”
Tiba-tiba notif Line Lala muncul.‘Kamu dimana?’Petra.
Lala segera membalas. ‘Aku di depan kampus mau berangkat ke Café Lamoe bareng temen-temen.’
‘Boleh gabung?’
“Guys pacar gue nanya, dia boleh gak ikut gabung kita ke Café Lamoe?” Tanya Lala ke teman-temannya.
“Yaudah ajak aja La, gue juga penasaran pengen liat orangnya kayak gimana?” kata Niko.
“Iya, ajak aja La.”Rani, Gita.
“Oke.”
‘Boleh yang.Dateng aja.Aku ama temen-temen langsung ya?’
‘Iya. Love you’
‘Love you too’
Niko ngintip chat Lala. “Ciecie, Love you too”
“Ihh Niko apa-apaan sih?” Ngambek Lala.
“Norak banget sih lu Nik. Gitu doang juga. Ciecie Lala. Lope-lopean” Ranijuga ikut ngeledek.
“Ah elah lu juga malah ikut-ikutan ngeledek. Kirain mau belain gue.” Ngambek Lala.
“Udah-udah kita para jombloers harusnya bangga ama temen kita yang akhirnya punya pacar.Jangan diledekin terus.Kita kapan nyusul?”
“Ntar gue cari di Café Lamoe” seru Niko.
“Ahh gue mau serius kuliah dulu.Gak mau pikir pacar-pacaran.”Ungkap Rani.
“Tadi lu setuju buat ngeliat yang cakep-cakep?”Gita.
“Kan kalo cuci mata doang boleh.Hehe” ucap Rani.
“Yeeee” sorak Niko, Gita dan Lala.
“Itu mah apa-apaan?” ucap Gita.
“Biarin.”Seru Rani.
“Udah yuk kita berangkat sekarang.” Seru Lala.
“Ayuk.Tinggalin aja mereka berdua” celetus Niko.
“Eh tungguin.”Gita dan Rani.
Mereka pun segera menuju Mobil Lala.Sedang Niko mengendarai motornya.

Skip

“Akhirnya nyampe juga.Pak Jono kita masuk ke dalam dulu ya.Ini uang buat Pak Jono beli makan di luar.” Ucap Lala.
“Oke Non. Makasih Non.”
“Yuk guys.” Ajak Lala.
Lala, Gita dan Rani segera keluar dari Mobil. Niko yang duluan dengan motornya segera menghampiri mereka.
“Yuk masuk.” Ajak Niko.
“Yuk” ucap Rani.
Mereka pun segera berjalan masuk ke dalam Café.
“Boleh langsung pesen atau tungguin pacar lu dulu?”Tanya Niko yang udah pengen banget cepet makan steak.
“Kalo mesen makanannya tunggu dulu aja kali ya?Kita ngobrol-ngobrol dulu.Tapi kalo udah mau pesen minuman.Pesen aja.”Lala.
“Yaudah.Gue mau pesen Jus Stoberi aja.Sekalian mau merhatiin cowok cakep di sini.Hihi” Ujar Gita.
Kocak lu, cowok cakep diperhatiin. Tembak aja sekalian!” Canda Rani.
“Jah… kok tembak? Metes kelessss….” Guyon Niko.
“Yehh kan umpama… Lu dasar :p” Rani. “Umpamanya woyyy…”, Ketir Gita.

Total Pageviews

Like and Follow

Fanspage

Daily Quotes of Holy Bible

Google+ Badge

My Tweet